online marketing

Archive for category Hack Your Self

Todo List Nov 09 – Des 2010

This is Mys First To do list that i make. I wanted to revist this and update it’s as require. To start with, here is the list from November 2009 until the end of 2010.

  • Make money from Net (freelance and adsense)
  • Keep Blogging!!!
  • Learning php Framework (codeigniter)
  • Learning Javascript Framework (Jquery)
  • Make Wp plugins and Wp Themes
  • Mastering Php
  • Make OpenSource Project (Web Based)
  • Develope smsGateway , Simkop, KKN
  • Mastering Ubuntu and Mac OS X

This All hopely i can do this with my comitment.

Powered by Qumana

  • Share/Bookmark

No Comments

Buram

maaf sudah lama ga bisa nulis…
Alhamdulillah saat ini di beri kesempatan curahin pikiran buramkku
secara fisika buram berarti tidak fokus….
pertannyaannya adalah mengapa harus ditinjau dalam fisika.?? jawabannya mudah ….
karena aku mahasiswa FISIKA :)

Ok !! langsung aja. Jadi maksudsaya disini adalah pada saat anda dalam keadaan ga tau apa yang harus dilakukan, maka pertannyaannya adlah: sebenarnya apa yang anda pikir saat itu?? wadu saya ya ga tahu to! orang yang gatau yang harus dilakukan itu anda!! ;) . Jadi saat aku merasa seperti itu(red:ga tau apa yang harus dikerjakan) mungkin karena saking bingungnya karena terlalu banyak yang harus dikerjakan, sebenarnya itu adalah kekurang fokusan. Jadi seperti yang udah aku omongin didepan(ojo katrok lho!) itu semua karena kekurang fokusan!!! jadi seperti hanya saat kita melihat: saat melihat karena banyangan kurang fokus(alias tidak memusat) alhasil kita melihat benda itu tidak jelas, alias buram

Oke kembali kejalan yang benar, sebenarnya analog dalam fisika yang udah tak jelentrengin panjang lebar=luas, sama dengan saat kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita harus lakukan. Saat itu kita tidak fokus dengan apa yang sebenarnya harus kita lakukan dulu. Ok saya ulangi jadi KITA GA FOKUS DENGAN APA YANG HARUS KITA LAKUKAN. AKIBATNYA SEMUANYA JADI BURAM wal hasil semuanya jadi ngambang, bingung, puyeng, dan parahnya lagi bisa buat MENTAL KITA DOWN. Waduh!!! gimana coba, agar jelas gimana?? ya fokusin aja.. fokuskan dulu pada satu pekerjaan, kerjakan dengan sebaik-baiknya lo uadah selesai baru pindah kekerjaan laen. Jadi Intinya fokuskan dulu!!Pilah-pilah mana yang paling urgent OK!!!

Keep FIGHT!!!!
U is U

  • Share/Bookmark

No Comments

Kecanduan Cinta

Kecanduan Cinta.. itu judul yang diberikan oleh mbak rini terhadap tulisanya tantang ketakutan Cinta Ini. Lo dari kacamata saya sebagi seorang mahasiswa fisika, fenomena ini lebih saya anggap sebagai proses korosi, Yaitu suatu proses fisis yang merugikan. Untuk lebih jelasnya baca aja sendiri tulisannya mbak Rini yang saya ambil dari e-psikologi.com

Terimakasih Mbak.Rini yang telah nulis ini…. semoga temen temen bisa belajar dari tulisan ini oke!!!!

Ni tulisannya/////

Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar seperti kecanduan minum, alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. Meski pun “barang” nya cinta, bukan berarti aman-aman saja bagi pecandunya dan tidak membawa dampak apapun juga. Justru, dampak dari kecanduan cinta ini sama buruknya untuk kesehatan jiwa seseorang. Buktinya, sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya…Nah, artikel di bawah ini akan mengulas sekelumit hal-hal yang berkaitan dengan kecanduan cinta.

Kecanduan Psikologis

Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempersepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, atau pun lagu-lagu turut andil dalam menyaru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pengertian yang keliru antara kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih – dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati.

Tanda-tanda

Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukkan tanda-tanda:

Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan, terus- menerus takut ditinggalkan pasangan sehingga selalu ikut ke mana pun perginya sang kekasih/pasangan.

Selalu menuntut perhatian dari waktu ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian

Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya : mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobi-nya

Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari minta pendapat, mengambil keputusan sampai dengan memilih warna pakaian

Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobi-nya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga.

Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan

Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta

Tidak bisa memutuskan hubungan, meski merasa amat tertekan karena “berharap” pada janji-janji surga pasangan

Kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan

Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta dengan pasangannya; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak pernah bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga orang kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain karena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sang kekasih. Padahal, meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individu yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri – mereka lebih sering menyalahkan mantan-mantan kekasihnya/pasangannya.

Penyebab

Sebenarnya, kecanduan cinta itu adalah kecanduan yang bersifat psikologis karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis (seperti kasih sayang, perhatian, kehangatan dan penerimaan seutuhnya) di masa kecil. Menurut Erik Erikson – seorang pakar perkembangan psikososial, orang yang pada masa batita-nya tidak mengalami hubungan kelekatan emosional yang stabil, positif dan hangat dengan lingkungannya (baca : orang tua dan keluarga), akan sulit mempercayai orang lain – bahkan sulit mempercayai dirinya sendiri. Selain itu, trauma psikologis yang pernah dialami seperti penyiksaan emosional dan fisik pada usia dini, atau menyaksikan sikap dan tindakan salah satu orang tua yang agresif dan kasar terhadap pasangan, dapat menghambat proses kematangan identitas kepribadian dan kestabilan emosinya. Pemandangan dan pengalaman tersebut kelak berpotensi mempengaruhi pola interaksinya dengan orang lain.

Keterbatasan respon/perhatian dari lingkungan pada waktu itu, dipersepsi olehnya sebagai suatu bentuk penolakan; dan penolakan itu (menurut pemahaman seorang anak) disebabkan kekurangan dirinya. Nah, pada banyak orang, masalah ini rupanya tidak terselesaikan dan akibatnya, sepanjang hidup ia berjuang untuk mengendalikan lingkungan atau orang-orang terdekat supaya selalu memperhatikannya. Orang demikian berusaha membuat dirinya diterima dan dimiliki oleh orang lain – meski harus “mengorbankan” diri. Orang ini begitu cemas dan takut jika kehilangan orang yang selama ini memilikinya; karena perasaan “dimiliki” ini identik dengan harga dirinya – dan sebaliknya ia akan kehilangan harga diri jika kehilangan pemilik.

Dampak

Akibat kecanduan cinta bisa dirasakan secara langsung oleh yang bersangkutan, karena orang itu tidak dapat menikmati hubungan yang terjalin karena pikiran dan perasaannya selalu diliputi ketakutan. Dan tidak jarang ketakutan tersebut makin tidak rasional dan melahirkan tindakan yang tidak rasional pula, misalnya tidak memperbolehkan pasangannya pergi kerja karena takut direbut orang.

Bagi Individu Bersangkutan

Akibat jangka menengah dan jangka panjang adalah individu yang bersangkutan akan berada dalam kondisi emosi yang labil dan menjadi terlalu sensitif. Individu tersebut mudah curiga pada teman, sahabat, kegiatan, pekerjaan, bahkan keluarga pasangannya. Selain itu ia menjadi mudah marah, cepat tersinggung dan bagi sebagian orang bahkan ada yang bertindak agresif dan kasar demi mengendalikan keinginan dan kehidupan pasangannya. Pasangannya tidak diijinkan untuk punya agenda tersendiri; pokoknya harus mengikuti keinginannya dan 100% memperhatikannya. Individu tersebut juga mudah merasa lemah, lelah dan lemas. Pasalnya, seluruh energinya sudah dipergunakan untuk mengantisipasi ketakutan yang tidak beralasan dan melakukan tindakan untuk menjaga pertahanannya. Nah, kehidupan demikian membuat dirinya menjadi manusia tidak produktif. Sehari-hari yang dipikirkan dan diusahkan hanyalah bagaimana supaya “miliknya terjaga”.

Bagi Pasangan

Banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya terlibat dalam pola hubungan yang addictive sampai akhirnya ia merasa stress, tertekan namun tidak berani/takut/tidak berdaya untuk memutuskan hubungan yang sudah berjalan beberapa waktu. Bagi sebagian orang yang cukup sadar dan mempunyai kekuatan pribadi, ia akan berani mengambil sikap tegas dalam menentukan arahnya sendiri. Namun, banyak pula orang yang “memilih” untuk tetap dalam lingkaran demand-supply tersebut karena ternyata dirinya sendiri juga mengalami masalah dan kebutuhan yang sama. Jika demikian halnya, maka hubungan yang ada bukannya mengembangkan dan mendewasakan kedua belah pihak, namun malah semakin memperkuat ketergantungan cinta keduanya. Situasi ini lah yang sering dikaburkan dengan hubungan yang romantis dan cinta buta.

Penanggulangan

Menurut para ahli psikologi dan kesehatan mental, salah satu syarat utama untuk dapat menjalin hubungan yang sehat dan sekaligus menjalani kehidupan yang produktif adalah mempunyai kesehatan mental yang sehat dan identitas diri yang solid. Kondisi positif demikian akan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga orang tersebut tidak membutuhkan dukungan dan pengakuan orang lain untuk memperkuat sense of self-nya. Jadi, untuk mengembalikan seseorang pada bentuk hubungan yang sehat, langkah awal yang diperlukan adalah memperkuat pribadinya terlebih dahulu. Dengan meningkatkan sumber kekuatan psikologis secara internal, akan mengurangi ketergantungannya pada kekuatan eksternal. Orang itu harus merasa aman dan percaya dengan dirinya sendiri untuk bisa merasa aman dalam setiap jalinan hubungan dengan orang lain. Ada kalanya, orang-orang demikian membutuhkan bantuan para profesional untuk membimbing dan mengarahkan mereka membangun pribadi yang positif.

  • Share/Bookmark

No Comments

Keyakinan

keyakinan memang penting prend.. keyakinan adalah separoh pekerjaanmu, kata orang bijak,.. bak sebuah seri dalam kehidupan,, ada yang ga laku adsa juga yang laris alias hoki.. semua ini sudah diatur dari sang Maestro hacker dialah sang penciupta alam ini..

kata orang keyakinan tu bisa jadi obat atopun racunnn,..,.,. sebagai racun artinya bahwasaat kamu yakin atau belife that u can’t do someting u can’t but if u tink u can it wiil be obat for u prend..

so whenever all of this depend on you 100%…

u is u..

don’t be anyting else.. u r the best.. keep it in your mind and don’t be sad coz u ar the best if do the best that can u do

BRAVO OPENSOURCE

  • Share/Bookmark

No Comments